Cinta itu, jatuh dari langit atau jatuh dari hati?
Ehem, tu quote Addin cite novel AA+BB.. best giler3 r novel tu. Mau marathon banyak kali! Nak2 time Addin dengan Benz tinggal serumah. Dalam rumah pun nak tutup aurat segala bagai.. haha lawak2
Budak B kata:
Eh, mana boley lupa part “lipas” dalam Bicara Hati… kiut gile kot Tengku Syahran dengan Zahlia ni..
(kalu korang tak baca , mesti korang tertanya-tanya scene “lipas” tu kan.. bek xyah baca)
Budak C kata:
Perghh part best dalam Cinta Sang Ratu yang waktu Laksamana Sunan kawen dengan Ratna..then bila Ratna mati..waaa mau mengalir ayer mata…
Erm,
Hey budak A, Budak B, Budak C , (termasuk cik MM sekali),,,
Rasa-rasa ada tak part2 best yang korang ingat kat Quran?
ERK!
The Prophet ﷺ taught us, “The Companions of the Qur’an are the people of Allah, and His favored people” [Nisai]
nak tau gimana nk fall in love with quran??..just click www.suhaibwebb.com enjoy it!
Kepadamu kekasih
Aku berserah, kerana ku tahu
Kau lebih mengerti
Apa yang terlukis di cermin wajahku ini
Apa yang tersirat di hati bersama amali
Kepadamu kekasih
Aku bertanya,apakah kau akan
Menerima ku kembali
Atau harus menghitung lagi
Segala jasa dan bakti
Atau haru mencampakku ke sisi
Tanpa harga diri
Hanya padamu kekasih
Aku tinggalkan,jawapan yang belum ketemukan
Yang bakal aku nantikan
Bila malam menjemputku lena beradu
Kepadamu kekasih
Aku serahkan, jiwa dan raga
Jua segalanya
Apakah kau akan menerima penyerahan ini
Apakah kau akan menerimaku
Dalam keadaan ini
by: Jamal Abdillah, M.Nasir, Hattan
Allah subhanahu wa ta`ala would not create you to be a useless addition to this world.
You can be something special—something special to Him—if you don’t give up. If you take that step.
Why are we told when we come one step closer to Allah (swt), He comes to us at speed?
It is to remind us that Allah (swt) wants us to reach our potential, to take that first step despite the fact that the first step might be the hardest.
Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus…, maka tidak akan banyak daie yang berguguran di tengah jalan.
Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus…, nescaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, fikiran mereka bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat akan terhindarkan.
Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus…, maka dia tidak akan peduli apakah ditempatkan di bahagian belakang ataupun depan, apakah sebagai jundi yang tidak dikenal sama sekali ataukah sebagai qiyadah yang harus mengeluarkan keputusan-keputusan.
Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus…, maka tidak akan sisa ruang dihatinya kecuali rasa cinta dan memaafkan kepada saudara-saudara seperjuangannya.
Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus…, maka semua akan sangat menghargai waktu. Tidak akan tersisa waktunya kecuali ia mereka sedang beribadah kepada Allah SWT di sudut mihrab atau sedang berdakwah menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Jika komitmen seorang daie benar-benar tulus…, maka setiap orang yang kurang kuat komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh dengan komitmennya akan menyesali dirinya kerana ingin berbuat lebih banyak dengan harapan mendapat keredhaan Allah SWT.
Source: Komitmen Daie Sejati, karya Muhammad Abduh
berjalan tanpa henti, sampai ke destinasi abadi...